

Memasuki tahun 2026 ini, rasanya kita tidak sedang lari sprint jarak pendek, tapi sedang dipaksa ikut Ultra Marathon dengan cuaca yang tidak bersahabat.
Oleh Hansen Julianto
Bayangkan saja, trek lari kita tahun ini penuh kejutan. Di akhir bulan Januari saja, pasar saham (IHSG) sempat kram sampai harus dihentikan sementara (trading halt) dua kali dalam dua hari (cnbcindonesia.com), dan volatilitas harga emas naik turun gila-gilaan seperti detak jantung pelari pemula (indopremier.com).
Bagi penonton, ini tayangan seru. Tapi bagi kita pelaku bisnis, ini trek yang licin.
Masalahnya, banyak brand melakukan kesalahan klasik: mereka gaspol (lari sprint) di awal tahun mengejar target Lebaran, tapi lupa garis finis masih jauh. Akibatnya? Mereka kehabisan napas alias boncos justru saat lomba baru masuk pertengahan tahun.
Jangan Tertipu Mulusnya Start
Data Lebaran 2025 kemarin seharusnya jadi peringatan. Penjualan ritel April 2025 yang terkoreksi 5% (secara bulanan dari 13,6% pada bulan Maret 2025, id.tradingeconomics.com) adalah bukti penonton (konsumen) mulai menahan tepuk tangan dengan menahan uang mereka.
Mereka tidak lagi bersorak untuk semua pelari. Mereka selektif. Di tengah ekonomi yang naik-turun, konsumen melakukan ragam penghematan. Kalau brand Anda bukan prioritas, Anda akan ditinggal di belakang.
Waspada Dehidrasi di "Musim Kering"
Ujian terberat maraton 2026 sebenarnya bukan di tanjakan awal (Lebaran bulan Maret), tapi di trek lurus panjang yang membosankan antara bulan Mei hingga November.
Saya menyebutnya "Musim Kering".
Di periode tersebut, tidak ada hari raya besar. Tidak ada THR. Yang ada hanya pengeluaran rutin. Banyak cerita, bisnis tumbang karena cashflow-nya dehidrasi. Mereka terlalu boros membakar uang promosi di awal, lalu megap-megap saat harus bertahan hidup di bulan-bulan sepi.
Jadi, bagaimana cara menjaga pace (tempo) agar bisa finis dengan selamat?
Butuh Pacer yang Tahu Medan
Di maraton yang berat ini, intuisi saja tidak cukup. Menebak pasar hanya dengan perasaan sama bahayanya dengan lari maraton tanpa jam tangan pintar (smartwatch) atau data detak jantung. Bisa-bisa Anda kolaps tanpa sadar.
Di sinilah peran market research. Anggap kami sebagai pacer atau coach yang memegang data trek lari Anda:
Jangan lari sendirian dengan mata tertutup. Mari bedah datanya, atur pace-nya, dan pastikan bisnis Anda tidak cuma kuat di start, tapi juga juara sampai garis finis.
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600
Editor: Hendy Adhitya