

Bayangkan sebuah situasi yang cukup sering terjadi di dunia kerja. Insight seekers baru saja selesai meeting mingguan, lalu atasan berkata santai,
“Tolong siapkan proposal riset pasar minggu ini ya.”
Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Tidak ada template. Tidak ada contoh.
Hasil pencarian proposal riset pasar dari Google terlalu 'akademik'
Bagi banyak profesional, terutama awam dunia riset, momen ini biasanya diikuti dengan satu reaksi spontan: membuka Google. Kata kunci seperti contoh proposal penelitian, proposal riset, contoh proposal, atau judul proposal penelitian langsung diketik. Berharap menemukan referensi cepat, taktis, bisa langsung dipakai.
Masalahnya, hasil pencarian tersebut umumnya terlalu rigid, kaku, khas dunia akademik: proposal penelitian skripsi, tesis, disertasi. Strukturnya panjang, bahasanya teoritis, dan tidak selalu relevan dengan kebutuhan perusahaan berkarakter cepat dan praktis.

Gambar 1. Pernah mengalami hal serupa?
Karena itu artikel ini disusun sebagai panduan praktis bagi profesional di sisi klien, seperti bidang: marketing, brand, product, hingga business development. Semoga tip ini membantu insight seekers menyusun proposal riset pasar, relevan secara bisnis, meyakinkan di hadapan manajemen, dan siap didiskusikan dengan pihak lain.
Apa itu proposal riset pasar?
Proposal riset pasar adalah dokumen perencanaan, disusun secara sistematis mengenai masalah bisnis yang ingin dijawab melalui riset. Di dalamnya tercakup perumusan tujuan riset (research objective), pendekatan atau metode penelitian, siapa target responden, jenis output yang diharapkan, hingga gambaran estimasi waktu dan biaya pelaksanaan.
Dalam konteks perusahaan, proposal penelitian ini berfungsi sebagai alat komunikasi utama antara tim internal, manajemen, dan vendor riset (jika insight seekers bekerja sama dengan pihak ketiga). Dokumen ini membantu semua pihak memiliki kesamaan pemahaman mengenai ruang lingkup riset, fokus analisis, serta manfaat bagi pengambilan keputusan bisnis.
Berbeda dengan proposal penelitian skripsi atau proposal akademik yang berorientasi pada kontribusi sains dan ilmu pengetahuan, proposal market research lebih menekankan aspek praktis, aplikatif, berdampak bisnis. Fokus utamanya adalah menghasilkan insight, rekomendasi strategis, serta dampak langsung terhadap penjualan, brand, produk, atau layanan perusahaan.
Struktur simpel proposal market research
Berikut struktur simpel yang bisa digunakan oleh insight seekers:
Contoh problem bisnis:
Dalam 6 bulan terakhir, volume leads digital meningkat, namun tingkat konversinya ke pembelian/ sales menurun drastis. Diperlukan market research/ riset/ studi guna memahami hambatan pada tahap mid dan bottom funnel.
Bagian ini sering disebut sebagai turunan dari metode penelitian kualitatif atau kuantitatif.
a. Kualitatif (FGD, IDI, observasi)
b. Kuantitatif (survey online, intercept, CATI)
a. Focus Group Discussion (FGD)
b. In-depth Interview (IDI)
c. Online Survey
Contoh ringkas proposal market research
Berikut contoh struktur sederhana yang sering dicari sebagai contoh proposal penelitian lengkap:
Judul Proposal Penelitian:
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Susu UHT di Wilayah Jabodetabek
Latar Belakang:
Penjualan produk susu UHT mengalami stagnasi dalam dua kuartal terakhir. Diperlukan riset untuk memahami preferensi konsumen dan hambatan pembelian.
Tujuan Penelitian:
Metode Penelitian:
Pendekatan kuantitatif, online survey kepada 300 responden
Keluaran:
Kesalahan umum dalam proposal penelitian di perusahaan
Dalam praktiknya, banyak proposal riset internal yang terlihat rapi secara format, tetapi kurang efektif ketika dibaca manajemen. Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah menyalin template proposal skripsi secara langsung untuk kebutuhan bisnis.
Misalnya, proposal dibuka dengan latar belakang teoritis panjang, definisi konsep dari buku teks, dan kerangka berpikir akademis, sementara manajemen hanya ingin tahu satu hal sederhana: Masalah bisnis apa yang ingin dijawab dan bagaimana produk ini (riset) membantu meyakinkan keputusan perusahaan.
Kesalahan berikutnya muncul pada bagian research objective. Tidak jarang tujuan riset ditulis terlalu akademis, seperti “menganalisis pengaruh variabel X terhadap variabel Y,” tanpa menjelaskan implikasinya bagi bisnis. Akibatnya, proposal sounds smart tetapi tidak memberikan gambaran jelas manfaat praktis bagi perusahaan setelah riset selesai dilakukan.
Masalah lain adalah pemilihan metode penelitian yang tidak selaras dengan persoalan bisnis. Contohnya, perusahaan ingin memahami alasan penurunan loyalitas pelanggan, tetapi proposal justru menawarkan survei kuantitatif singkat tanpa eksplorasi mendalam. Dalam situasi seperti ini, pendekatan kurang tepat dapat menghasilkan data kurang tepat pula.
Terakhir, banyak proposal lupa menjelaskan secara konkret apa output yang akan diterima dan bagaimana hasil riset bisa digunakan. Tanpa penjelasan tentang bentuk laporan, jenis rekomendasi, atau manfaat bisnis, proposal sering kali dianggap sebelah mata oleh manajemen. Padahal, justru bagian inilah nilai strategis sebuah proposal market research seharusnya paling terlihat.

Gambar 2. Semoga ini bukan insight seekers
Proposal yang baik bagi bisnis adalah...
Proposal market research bukan sekadar formalitas dokumen. Di banyak perusahaan, proposal justru menjadi pintu awal bagi proses pengambilan keputusan strategis, mulai dari persetujuan manajemen hingga pemilihan vendor riset yang tepat.
Proposal yang disusun dengan baik akan membantu mempercepat proses persetujuan internal, mempermudah diskusi antara tim dan vendor, serta memastikan hasil riset relevan dan mampu menjawab masalah bisnis. Dokumen ini menjadi fondasi penting agar riset tidak berhenti pada laporan, tetapi berujung pada kemudahan eksekusi rekomendasi.
Jika insight seekers saat ini sedang menyusun proposal penelitian untuk kebutuhan perusahaan, mencari contoh proposal penelitian yang relevan secara bisnis, atau ingin meninjau kembali kesesuaian metode penelitian dengan problem bisnis insight seekers, proses ini tidak harus dikerjakan sendiri.
Tim Proxima Research siap membantu menyiapkan proposal riset strategis, dan siap eksekusi, mulai dari perumusan objektif hingga pemilihan metode dan output.
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600
Editor: Hendy Adhitya